Direktur Teknik

Wewenang :

  1. Memimpin semua kegiatan dan perencanaan yang berkaitan dengan pengolahan dan distribusi air, pemeliharaan sumber-sumber air, serta pemeliharaan sistem penyediaan air bersih.
  2. Menyetujui rencana yang diajukan oleh seluruh bagian yang berada di bawah koordinasinya.
  3. Memberikan keputusan untuk penyelesaian masalah prinsip yang berkaitan dengan tugasnya.

Tanggung jawab :

  1. Kelayakan proses pengolahan air dan kelancaran distribusi air pada pelanggan.
  2. Pemeliharaan dan berfungsinya sumber-sumber air dan instalasi sistem penyediaan air bersih sesuai dengan kapasitasnya.
  3. Kualitas air yang disalurkan pada pelanggan dan penjagaan terhadap tingkat kehilangan air pada kapasitas yang wajar.

Tugas:

  1. Melalui koordinasi dengan Direktur Bidang Umum, atas dasar rencana jangka panjang merumuskan perencanaan perusahaan jangka menengah, pengolahan air baku, distribusi air bersih pada pelanggan, peralatan dan lain-lain aspek sesuai dengan tanggung jawabnya.
  2. Mengkoordinir, mengawasi penyusunan anggaran tahunan oleh setiap bagian yang berada di bawah koordinasinya, memeriksa anggaran tahunan yang dihasilkan dan memberikan pengarahan yang diperlukan dalam penyempurnaannya untuk diproses lebih lanjut oleh Panitia Penyusunan Anggaran
  3. Secara berkala melakukan evaluasi atas perencanaan perusahaan jangka menengah yang didasarkan pada realisasi tahunan, dan melalui komunikasi dengan Direktur Bidang Umum melakukan upaya penyesuaian yang diperlukan
  4. Merumuskan pola koordinasi kerja yang baik antar seluruh staf bawahannya dan melaksanakannya untuk membentuk iklim kerja yang sehat pada Bagian di Bidang Teknik.
  5. Secara berkala melakukan penilaian terhadap koordinasi kerja yang terlibat antar bagian di Bidang Teknik dan melakukan tindakan perbaikan yang diperlukan dalam hal terjadi penyimpangan dari kebijakan yang ditetapkan
  6. Melakukan pemantauan secara intensif, analisa kondisi dan mengambil tindakan yang bersifat strategis dan terpadu untuk mengatasi permasalahan yang timbul dalam aspek penting perusahaan, utamanya mencakup aspek: (1) pencapaian realisasi kuantitas air yang dari rencana yang ditetapkan; melakukan tindakan koordinatif untuk memperbaiki/mengatasi adanya penyimpangan material yang merugikan, baik berupa koordinasi internal maupun eksternal; (2) pengecekan kualitas air yang diproduksi dan melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait, utamanya dengan Direktur Bidang Umum untuk mengatasi permasalahan yang ditemui; (3) pengecekan kondisi meter air pelanggan, dan melakukan koordinasi dengan direktur Bidang dalam hal ditemui jumlah meter air yang rusak melebihi batasan wajar untuk ditetapkan jalan keluarnya; (4) mengatasi kebocoran air, dan melakukan tindakan yang diperlukan untuk mengatasi kebocoran yang tidak wajar; (5) pemeliharaan dan perbaikan peralatan teknis yang dioperasikan melakukan; koordinasi dengan berbagai pihak untuk migatasi permasalahan yang ditemui.
  7. Melakukan pengawasan yang intensif terhadap seluruh kegiatan yang dilaksanakan seluruh Bagian yang berada di bawah koordinasinya, memberikan saran dan instruksi yang diperlukan untuk peningkatan maupun perbaikan kualitas kegiatan baik diminta ataupun tidak.
  8. Menyelenggarakan koordinasi kerja yang baik dengan Direktur Bidang Umum dan membantu Kepala Bagian yang berada di bawah koordinasinya dalam menjalin koordinasi kerja dengan seluruh Kepala Bagian di Bidang Umum.
  9. Memeriksa dengan teliti dokumen-dokumen pendukung, kegiatan yang disampaikan ke Direktur Bidang Teknik yang berasal dari seluruh bagian di perusahaan agar seluruh kegiatan dapat terpantau secara terus memuas dan melakukan klarifikasi sesuai dengan prosedur yang berlaku dalam hal ditemui kekeliruan.
  10. Memantau pelaksanaan tugas-tugas utama Kepala Bagian Perencanaan Pengawasan dan Dokumentasi dan memberikan pengarahan yang diperlukan yang mencakup: (1) koordinasi dengan pihak eksternal dalam pelaksanaan perencanaan sistem penyediaan air bersih dan air limbah dan pengawasan implementasinya agar program pemantapan ataupun pengembangan sistim dapat dilaksanakan secara tepat dan terpadu; (2) pelaksanaan dokumentasi teknik sehingga perusahaan memiliki gambar teknik nyata laksana (as built drawing) secara lengkap agar operasi dan pemeliharaan seluruh sarana dan prasarana teknik dapat dilaksanakan secara optimal.
  11. Memantau pelaksanaan tugas-tugas utama Kepala Bagian Produksi dan memberikan pengarahan yang diperlukan yang mencakup: (1) pengolahan air baku dan air limbah agar perusahaan mampu menghasilkan air dalam kuantitas yang memadai dan kualitas yang memenuhi persyaratan, yang ditetapkan; (2) pengoperasian peralatan mekanik dan listrik yang dipergunakan dalam proses produksi air agar mampu beroperasi sesuai dengan pedoman operasi teknis.
  12. Memantau pelaksanaan tugas-tugas utama Kepala Bagian Transmisi, Distribusi dan Penyambungan dan memberikan pengarahan yang diperlukan yang mencakup: (1) pelaksanaan penyambungan instalasi pelanggan, baik melalui proyek tertentu maupun secara individual PDAM; (2) pemeliharaan pipa transmisi dan distribusi sehingga kebocoran air lebih besar dapat diantisipasi secara dini; (3) pengaturan distribusi air agar seluruh pelanggan dapat memperoleh air secara wajar sesuai dengan kemampuan produksi; (4) pengawasan meter air pelanggan untuk akurasi/ketepatan angka meter selalu dapat terjaga; (5) distribusi air melalui truk tangki terhadap kawasan/lokasi rawan air.
  13. Menjalin kerja sama yang erat dengan pihak -pihak yang terkait dalam hal kelestarian air baku yang dimanfaatkan perusahaan agar dapat diproduksi air yang terjaga kuantitas dan kualitasnya.
  14. Menjalin kerjasama yang erat dengan aparat yang terkait untuk kepentingan keamanan pipa transmisi dan distribusi yang dimiliki perusahaan.
  15. Menjaga hubungan baik dengan Pemerintah Pusat yang berkaitan dengan operasi perusahaan dibidang teknik agar selalu dapat diperoleh informasi yang diperlukan serta untuk kepentingan lainnya.
  16. Menjaga hubungan dengan pihak di luar perusahaan lainnya sehubungan dengan pelaksanaan seluruh tugas dan tanggung jawab di Bidang Teknik.
  17. Melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas untuk mengatasi permasalahan di Bidang Teknik yang memerlukan keterlibatan Badan Pengawas.
  18. Mengkoordinir dan memantau penyusunan laporan yang harus dibuat oleh setiap Bagian yang berada di bawah koordinasinya, memeriksa laporan yang dihasilkan dan memberikan instruksi perbaikan dalam hal ditemui kekeliruan dalam penyusunannya.
  19. Melaksanakan tugas-tugas lain dalam lingkup tugasnya yang diberikan oleh Direktur Utama.