Direktur Utama

Wewenang :

  1. Menetapkan rencana kerja Perusahaan.
  2. Menggunakan materi dan sumber tenaga yang tersedia pada perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.
  3. Memberikan keputusan terakhir dalam masalah rumit yang dihadapi perusahaan

Tanggung jawab :

  1. Kelancaran operasi perusahaan secara keseluruhan dan terlaksananya kegiatan secara efisien.
  2. Tercapainya tujuan perusahaan dan berkembangnya perusahaan sesuai dengan rencana jangka panjang yang telah disusun serta disetujui Badan Pengawas dan Pemerintah Daerah setempat.

Tugas:

  1. Menyusun rencana kegiatan perusahaan jangka panjang melalui koordinasi dengan berbagai pihak yang terkait dengan operasi perusahaan,
  2. Mengkoordinir penyusunan rencana jangka menengah antara program teknik dan program administrasi keuangan secara terpadu serta membahas dengan Badan Pengawas untuk dapat ditetapkan dan disahkan penggunaannya.
  3.  Merumuskan strategi untuk melaksanakan kebijakan yang ditetapkan Badan Pengawas dalam pelaksanaan operasi perusahaan sesuai dengan peraturan Pemerintah yang berlaku.
  4. Mengkoordinir penyusunan rencana dan anggaran tahunan perusahaan yang mengacu pada rencana jangka menengah agar terdapat kesinambungan program dari tahun ketahun dan diajukan kepada badan pengawas untuk disahkan.
  5. Melakukan penilaian terhadap realisasi anggaran tahunan dan mengkoordinir perbaikan/revisinya untuk dijadikan pedoman pada operasi selanjutnya serta sebagai masukan dalam menetapkan berbagai standar untuk penyusunan anggaran tahun berikutnya.
  6. Memeliharan suasana kerja yang baik dalam seluruh organisasi dan berusaha -mencapai tingkat efisiensi administrasi yang baik.
  7. Melakukan pemantauan secara intensif dan secara berkala melakukan penilaian terpadu terhadap aspek: (1) Penilaian terhadap aspek pemasaran, yang berkaitan dengan pencapaian rencana jumlah sambungan, sesuai dengan rencana jangka menengah yang telah ditetapkan sehingga cakupan pelayanan yang dapat dicapai perusahaan menunjang program pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat ; (2) Penyajian informasi kepada masyarakat luas, dan pelanggan mengenai operasi perusahaan secara keseluruhan dengan memperhatikan dampak sosial yang mungkin timbul; (3) Penilaian terhadap posisi keuangan perusahaan yang dikaitkan dengan kemandirian perusahaan dan sumbangan yang dapat diberikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD); (4) Penilaian terhadap pelaksanaan administrasi perusahaan agar informasi atau data yang tercatat mewakili/menggambarkan kondisi yang sebenarnya; (5) Penilaian aspek produksi dan distribusi dengan maksud agar pelanggan dapat menerima air dalam jumlah yang cukup dan kualitas memenuhi standar kesehatan.
  8. Menyelenggarakan hubungan yang baik dengan Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat dan instansi lain yang terkait dengan operasi perusahaan untuk mempermudah penanganan operasi perusahaan dalam menyusun program yang berkaitan dengan sektor pelayanan air bersih.
  9. Menyelenggarakan hubungan dengan pihak Bank dan penyandang dana lainnya yang akan diperlukan sebagai partner dalam rencana pengembangan perusahaan.
  10. Melakukan konsultasi dan koordinasi intensif dengan Badan Pengawas dan Pemerintah Daerah dalam hal timbul hambatan dan atau permasalahan dalam pencapaian tujuan perusahaan.
  11. Melakukan tindakan strategis yang diperlukan dalam mengatasi permasalahan keuangan yang mengakibatkan likuiditas atau solvabilitas atau rentabilitas perusahaan berada pada posisi rawan, dan permasalahan teknis yang mengakibatkan pelanggan tidak dapat memperoleh air secara wajar, dan mengusulkan rapat khusus dengan Badan Pengawas untuk dapat ditetapkan pengatasannya.
  12. Melakukan pengawasan intensif dalam pelaksanaan penerimaan, pemilihan, pengangkatan, penempatan dan promosi pegawai agar tetap sejalan dengan kebutuhan perusahaan, dan melakukan koordinasi dengan Badan Pengawas dalam hal ditemui kesulitan pelaksanaannya.
  13. Memberikan laporan kepada Badan Pengawas sebagai pertanggung jawaban pelaksanaan fungsi manajemen dalam mengoperasikan perusahaan, baik laporan berkala maupun insidental.
  14. Melaksanakan fungsi-fungsi lain dalam jabatannya yang diberikan oleh Badan Pengawas.