Perbaikan Filter, Pendistribusian Air di 3 Kecamatan Terganggu

BENGKULU – Usaha perbaikan filter oleh petugas di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Surabaya terus dilakukan supaya pendistribusian air dapat normal kembali, diantaranya pengelasan, bongkar pasang pasir baru, pengecatan ulang dan perbaikan lainnya.

Perbaikan filter dengan pengelasan di Bak Lk2 Instalasi Pengolahan Air Surabaya, Rabu (19/10)

Kerusakan media filter ini dikarenakan plat karatan, patah dan bocor. Kerusakan biasanya ditandai oleh penurunan kapasitas produksi, banyak kehilangan energi dan penurunan kualitas air terproduksi. Menurut H. Sjobirin Hasan, MBA-Direktur PDAM Bengkulu, “Pekerjaan perbaikan filter dapat memakan waktu lebih kurang sekitar satu bulan”, lebih lanjut beliau mengatakan permohonan maaf kepada pelanggan dan mohon doa supaya pekerjaan cepat terselesaikan.

KONFRENSI PERS: Direktur Utama PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, H. Sjobirin Hasan, SE, MBA didampingi Kasub Bagian Jaringan, Kuswanto (Kiri) & Kasub Bagian Pengolahan, Khairul Abadi (Kanan) saat melakukan konfrensi pers di IPA Surabaya, Senin (16/10).

Kerusakan media filter berakibat dengan tidak normalnya pendistribusian air di tiga kecamatan wilayah zona IPA Surabaya, yaitu Kecamatan Muara Bangkahulu, Teluk Segara dan Kecamatan Sungai Serut. Gangguan ini terjadi khususnya disiang hari, selama pekerjaan perbaikan berlangsung.

Direktur Utama PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, H. Sjobirin Hasan, SE, MBA melakukan monitoring progres pekerjaan perbaikan filter di IPA Surabaya, Rabu (19/10) siang.

 

Bantuan Air Bersih Melalui Tangki PDAM Kota Bengkulu, SMS ke Nomor 082186134569

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah kota Bengkulu sejak pagi hingga malam Rabu (20/09) mengakibatkan aliran sungai Bangkahulu meluap, Sejumlah desa di kecamatan (Sungai kerut, Muara Bangkahulu, Kampung Melayu, Gading Cempaka, Selebar) tergenang banjir.

Bagi warga yang membutuhkan bantuan/droping air tangki PDAM Kota Bengkulu dapat SMS ke nomor 082186134569, dengan menyertakan nama, alamat pengiriman, nomor HP yang dapat dihubungi, keluhan. Misal.

Nama Kusrini
Id 044092 (jika ada)
Alamat perumahan griya puspa sari indah blok B no 1 Jalan merpati 4 rawamakmur
Hp 08117396723
Keluhan air mati 3 hari minta drop tangki
Droping air bersih PDAM Kota Bengkulu di Kecamatan Kampung Melayu, Jum’at (22/09)

Warga mulai berdatangan dengan membawa wadah galon untuk menampung air bersih (22/09)

Desa Cenggri dan Jenggalu terendam banjir, warga kesulitan air bersih

SUKARAJA – Warga desa Cenggri dan Jenggalu Kecamatan Sukaraja terendam banjir. Pasalnya pada Rabu (20/9) hujan dengan intensitas tinggi mengguyur hampir diseluruh wilayah Bengkulu. Desa Cenggri dan Jenggalu termasuk wilayah yang terendam banjir cukup parah.

Air menggenangi perkebunan sawit & badan jalan (20/9)

Laporan dari operator (Joni, 20/09) Instalasi Pengelolaan Air (IPA) Nelas bahwa “ketinggian level air di bendungan Nelas mencapai 8,5 meter”.

Kondisi sungai di bendungan Nelas Rabu (20/09)

Masih menurut operator, (21/09) bahwa “pemerintah setempat telah menghubungi PDAM agar dapat memberikan bantuan pasokan air bersih bagi warga yang terendam banjir”.

Pengisian air bersih untuk di droping kepada warga Desa Cenggri dan Jenggalu (21/09)

Droping air yang dilakukan pemerintah bekerjasama dengan PDAM ini, minimal dapat mengurangi kesulitan warga akan pasokan air bersih.

Dirut PDAM Kota Raih YAPI Award

BENGKULU – Prestasi membanggakan diraih oleh Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu, H. Sjobirin Hasan, SE, MBA. Pasalnya pada Sabtu (12/8) malam di Grand Hotel Cempaka Putih, ia menerima penghargaan Anugerah The Most Indonesian Leadership Figure Awards 2017 dari YAPI (Yayasan Anugerah Prestasi Insani). Bahkan penghargaan ini baru pertama kali diraih sejak berdirinya PDAM Kota Bengkulu.

RAIH PENGHARGAAN: Direktur Utama PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, H. Sjobirin Hasan, SE, MBA didampingi istri tercinta & manajemen PDAM Kota Bengkulu saat menerima penghargaan dari YAPI Award, Sabtu (12/8) malam.

“Syukur alhamdulillah ini luar biasa selama ini kita bekerja normatif saja tapi ternyata ada yang menilai tanpa kita ketahui. Tentu dengan adanya penghargaan ini juga berkat dukungan semua pihak terutama keluarga besar PDAM sendiri, Pemerintah Kota, serta masyarakat Kota Bengkulu yang kita cintai,” ungkap Sjobirin ketika dihubungi RB, kemarin (13/8).

Untuk diketahui malam penganugerahan ini juga menjadi kebanggaan Pemerintah Kota Bengkulu dan terkhusus untuk warga Kota Bengkulu, lantaran ada ratusan peserta dari berbagai kategori dan daerah yang diseleksi oleh YAPI. Salah satunya figur Dirut PDAM Kota Bengkulu layak menerima anugerah The Most Indonesian Leadership Figure Award.

Direktur Utama PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu, H. Sjobirin Hasan, SE, MBA didampingi manajemen PDAM Kota Bengkulu saat menerima penghargaan dari YAPI Award, Sabtu (12/8) malam.

“Semoga dengan penghargaan ini makin memicu motivasi PDAM untuk terus memberikan informasi terbaru kepada masyarakat dan terus pula bersinergi dengan rekan media yang berperan sangat baik dalam penyajian info seputar PDAM Tirta Dharma Kota,” jelas Sjobirin.

Menyelamatkan PDAM

ENGKULU – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu selalu menjadi pusat perhatian publik. Bukan hanya soal pelayananannya, tetapi juga catatan piutang yang terbilang fantastis Rp 13 miliar. Kalau tidak diselamatkan, perusahaan pelat merah ini bisa kolaps. Berikut laporan khusus (Lapsus) minggu ini.

Sebenarnya potensi manajemen untuk memajukan PDAM sangat besar. Termasuk menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). Salah satu potensi itu, banyaknya jumlah pelanggan mencapai 33 ribu.

Tapi kenapa kontribusinya belum begitu terlihat? Salah satu penyebabnya, karena banyaknya tunggakan pembayaran pelangggan mencapai 11 ribu. Angka ini tidak sedikit. Bila dinominalkan tunggakan pelanggan, Rp 14 miliar.

Sejak PDAM dinakhodai H. Sjobirin Hasan, SE, M.BA, sudah cukup gebrakan yang dilakukan. Diantaranya membentuk Tim Penagihan tunggakan. Sehingga piutang terbaru berkurang Rp 1 miliar, hingga menjadi Rp 13 miliar. Tapi persoalan ini terbilang masih “berat” diselesaikan.

Ia pun berani memutuskan saluran air bersih ke rumah pelanggan. Tercatat tiga tahun terakhir ini, manajemen PDAM Tirta Dharma sudah memutus sekitar 1500 pelanggan yang menunggak. “Ribuan pelanggan PDAM yang menunggak, yang kita putus (cabut) itu sebelumnya sudah kita lakukan penyelesaian dengan tindakan persuasif. Namun karena ini bicara hak dan kewajiban, maka tindakan keras kita yang menutupnya,” tegas Sjobirin Hasan.

Sambung Sjobirin, PDAM mengutamakan pelayanan terhadap pelanggan. Terutama pelanggan yang mau menyelesaikan tanggungjawabnya membayar tagihan tepat waktu. “Dari awal saya berkomitmen bahwa masalah tunggakan ini juga menjadi fokus kami untuk pembenahan. Sebab masih banyak pelanggan yang bertahun-tahun menunggak kepada PDAM. Makanya kita data, kemudian kita ambil langkah teknis penyelesaiannya. Mulai dari cara persuasif peringatan dan terakhir langkah tegas kita,” jelasnya.

Bahkan menurut Sjobirin, terkait banyaknya tunggakan pelanggan ini, pihaknya juga sudah membentuk tim khusus kolektor untuk mencatat dan menagih tunggakan para pelanggan PDAM se-Kota Bengkulu. Tujuan dibentuknya tim ini agar para pelanggan membayar kewajiban mereka tepat waktu.

Tim penagihan & penertiban pelanggan melakukan eksekusi pelanggan menunggak

“Karena akibat sekitar 11 ribu pelanggan PDAM setiap bulannya selalu menunggak itu menggangu keuangan perusahaan lantaran menyangkut soal kebutuhan biaya operasional,” tuturnya.

Lanjut Sjobirin, pelanggan menunggak tidak mau membayar tagihan memiliki berbagai alasan. Seperti pelayanan pendistribusian air ke rumah pelanggan sering mati, menurut Sjobirin, hal itu bukanlah menjadi alasan utama. Sebab hanya air yang mengalir saja yang dibayar pelanggan.

“Air yang dibayar bisa dilihat dari water meter pemakaiannya. Jadi tidak bisa dijadikan alasan pelanggan tidak mau bayar. Sebab pelanggan harus mempunyai rasa tanggungjawab membayar kewajibannya karena sudah memakai air tersebut,” tegas Sjobirin.

Tapi kesalahan banyaknya tunggakan itu tidak bisa bisa sepenuhnya dilimpahkan kepada pelanggan. Sebab, keengganan membayar tagihan PDAM terlebih karena buruknya pelayanan PDAM sendiri. Seperti air keruh, dan sering macet.

“Kami pernah satu bulan tidak dapat air. Tiba-tiba disuruh membayar. Kan tidak adil. Mending putuskan saja sekalian,” kata Kurnia, warga Kelurahan Betungan.

Sementara itu salah satu pelanggan PDAM, Dicky Novanda warga Kelurahan Kampung Bali mengeluhkan kualitas pelayanan PDAM yang masih belum memuaskan. Oleh karenanya dirinya berasalan tidak membayar tagihan PDAM tersebut.

“Bukan persoalan kita tidak mau bayar rutin, namun seringkali air PDAM yang kita terima keruh, terkadang juga air yang keluar kecil. Nah sekarang ujuk-ujuk mau minta bayar tagihan. Apa yang kami mau bayar ? Makai juga enggak,” ketus Putra.

Senada disampaikan Koordinator Forum Suara Rakyat Peduli (FSRP) Bengkulu, Hasbullah. Ia mengatakan pelayanan publik yang dilakukan PDAM selama ini memang dinilai masih kurang maksimal. Padahal PDAM merupakan salah satu perusahaan BUMD andalan daerah ini. Oleh karenanya jika sampai sebagian pelanggan akan berhenti berlangganan dengan PDAM. Tidak menutup kemungkinan PDAM akan terancam tutup.

“PDAM itu bisa bergerak karena kunci utamanya adalah memiliki pelanggan. Kalau pelayanan PDAM tidak diberikan maksimal dengan pelanggan, yang terjadi pelanggan itu sendiri akan berhenti. Sehingga dampaknya yang lebih parah lagi, bisa-bisa PDAM itu sendiri tutup nantinya,” ujar Hasbullah.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Rena Anggraini, SP mengungkapkan, tunggakan pelanggan PDAM tersebut tidak bisa dianggap sepele. Lantaran akan berpengaruh dengan kondisi keuangan manajemen PDAM itu sendiri. Oleh karena itu perlu ada langkah khusus agar masalah ini cepat tuntas.

“PDAM harus diselamatkan dengan masalah tunggakan pelanggan yang membengkak itu. Karena jika dibiarkan terlalu lama, maka keuangan PDAM sendiri berpengaruh. Jadi masalah ini menjadi perhatian serius bagi kita untuk secepatnya dituntaskan,” beber Rena.

Menurut Rena, pihaknya akan menjadwalkan melakukan hearing (dengar pendapat) mencari jalan keluar terbaik untuk menuntaskan masalah tunggakan pelanggan PDAM tersebut. “Sebab kita belum tahu persis berapa total yang menunggak itu. Termasuk juga kriteria yang menunggak itu seperti apa. Makanya hal ini menjadi perhartian serius komisi 3,” ungkapnya.

Selain itu sambung Rena, PDAM juga harus transparan kepada publik karena statusnya sebagai perusahaan daerah adalah perusahaan publik. Sehingga, publik mengetahui PDAM mengalami untung atau merugi, termasuk kendala dalam memberikan pelayanan juga harus dipublikasikan.

“Meski laporan keuangan PDAM tersebut tidak wajib disampaikan ke DPRD. Akan tetapi setidaknya ada tembusan untuk kami, untuk melihat keuntungan dan kerugian PDAM. Jangan sampai kasus bobolnya keuangan PDAM waktu dulu terulang lagi. Sebab perlu transparansi keuangan perusahaan daerah,” jelasnya.

Terpisah Anggota DPRD Kota Hamsi mengatakan, masalah tunggakan pelanggan PDAM tersebut harus dituntaskan secepatnya. Apalagi tunggakan yang besar itu akan berpengaruh dengan kondisi keuangan manajemen PDAM itu sendiri. “Seperti sering kita sampaikan, perlu ada langkah tegas untuk menindak pelanggan yang menunggak itu. Karena jalannya PDAM itu juga karena adanya biaya operasional yang dibayarkan oleh pelanggan itu sendiri,” tuturnya.

Selain itu dikatakan Hamsi, Pelayanan publik yang dilakukan oleh PDAM selama ini memang dinilai kurang maksimal. Padahal PDAM merupakan salah satu perusahaan BUMD andalah daerah ini. Oleh karenanya manajemen PDAM harus berbenah secara maksimal lagi. “Sebab jangan sampai sebagian pelanggan akan berhenti berlangganan dengan PDAM. Tidak menutup kemungkinan PDAM akan terancam tutup. KarenaPDAM itu bisa bergerak karena kunci utamanya adalah memiliki pelanggan,” demikian Hamsi.(harianrakyatbengkulu)

Ini Penyebab Suplai Air Bersih PDAM Kota Bengkulu Terganggu

Kota Bengkulu – Perusahaan Daerah Kota Bengkulu Tirta Dharma PDAM mengalami gangguan pendistribusian air bersih. Hal ini disebabkan listrik mati dan kerusakan pipa akibat penlebaran jalan.

Informasi terhimpun, pelebaran jalan di jalan sepakat, jalan sekip, dan jalan mangga menyebabkan pipa PDAM ruask, sehingga mengganggu distribusi air bersih.

Direktur PDAM Sjobirin Hasan, mengatakan memang pada saat ini ada beberapa gangguan Air PDAM mati di akibatkan Listrik mati dan juga pipa rusak karena ada pelebaran jalan.

Perbaikan pipa dn 100 di Jalan Kapuas disebabkan gali alat berat

“Ya memang ada beberapa titik yang mengalami kerusakan pipa, tapi kami cepat tanggap melakukan perbaikan. Bagaimanapun tujuan pelebaran jalan tersebut baik, jadi tidak mungkin kami menghalangi setiap ada gangguan pendistribusian air. Yang penting setiap ada gangguan itu segera ditangani dan ada solusi,” ungkapnya, Jumat (04/08/2017).

Lanjutnya setiap kerusakan pipa PDAM yang rusak langsung diperbaiki. “Apa lagi ukuran pipa besar seperti di jalan mangga, petugas bekerja sampai malam untuk melakukan perbaikan pipa tersebut. Itulah tugas kami, tidak mengelukan yang menjadi tugas kami, mohon doa seluru elemen agar kami melayani lebih baik,” tutupnya. (BN-viralpublik)