MQG Training, Pelatihan Karakter Teladan Menuju Bengkulu Kota Hidayah

Dipublikasikan oleh AG Mahardhika pada

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma Kota Bengkulu menggelar MQG Training kepada karyawannya dalam bentuk pelatihan karakter teladan menuju Bengkulu Kota Hidayah sejak Senin (18/3/2019) hingga Kamis (21/3/2019).

Bertindak selaku pemateri Pengurus Gerakan Memakmurkan Satu Juta Masjid di Indonesia (Gemasajid) Ustaz Saeed Kamyabi.

Dalam pelatihan ini, para peserta digembleng untuk mempelajari amalan kehidupan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sosok yang memiliki karakter teladan yang paling sempurna dalam kehidupan umat manusia.

“Setelah mengikuti pelatihan dua hari ini diharapkan para peserta dapat mengenal 3 sunnah sunnah suro, sunnah siroh dan sunnah sariroh,” kata Ustaz Saeed kepada Pedoman Bengkulu.

“Kemudian melatih diri secara sungguh-sungguh untuk mengamalkannya di dalam kehidupan 24 jam sehari-hari; mulai dari karakter dalam ta’lim, karakter dalam masjid, karakter dalam makan, karakter dalam istinja, karakter dalam salat, karakter dalam tidur, karakter dalam pergaulan, karakter dalam berpakaian dan berhias, karakter dalam pemimpin-pengikut, karakter dalam musyawarah hingga karakter dalam safar,” jelas pria yang banyak menghabiskan waktunya untuk mengamalkan agama secara sempurna ini.

Ia optimis ketika PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu mempunyai karyawan yang memiliki karakter teladan, maka upaya untuk menjadikan perusahaan milik Pemerintah Kota Bengkulu ini menjadi organisasi pelopor dalam mewujudkan Bengkulu Kota Hidayah mudah terwujud.

“Insya’Allah keberkahan akan datang sendiri, sebagaimana kata ulama bahwa barokah itu mau’ud di dalam ‘amal, bukan mathlub. Barokah itu sudah inklusif di dalam ‘amal, gak perlu dicari lagi. Sebagaimana membeli gula maka kantongnya pasti ikut. Begitulah orang yang amalkan sunnah berkahnya pasti ikut,” urainya.

Ia berharap ketika PDAM Tirta Dharma Kota Bengkulu dapat mempelopori lahirnya organisasi yang melahirkan banyak keberkahan, maka kebaikan akan terpancar di organisasi-organisasi lainnya.

“Apa artinya berkah? Ziyaadatul khair, bertambahnya kebaikan. Tanda hidup berkah adalah kerjanya mudah, waktunya singkat, tempatnya dekat, hasilnya melimpah. Buku ini bukan kitab fiqih, bukan tidak ingin membahas secara mendalam, tapi gak ada waktu bahkan mata pelajaran 23 tahun dijadikan hanya 2 hari,” ungkapnya.

Pria yang telah melakukan studi banding di puluhan negara luar itu menambahkan, pendalaman materi dapat dilakukan bersama para guru, ustadz/ustadzah di lingkungan masing-masing.

“Setiap perserta akan diberikan sertifikat sebagai tanda telah mengikuti pelatihan agar menjadi amanat untuk terus istiqomah dalam mengamalkan dan menyampaikan kepada yang lain. Sungguh, keberkahan terdapat di dalam setiap amal sunnah, silahkan buktikan,” tutup Ustaz Saeed. [Medi Muamar] [pedomanbengkulu.com]